Posts

untitled letter to this universe.

Here I am (again and again). I am full of anger right now. I've been in this dark place like thousand times, and I still do not know how to escape from the evil side of this universe. I yelled to this world, million times, but it seemed like it did not hear my sickening complains. I don't know, I don't fucking really know why it keeps driving me insane. Can this world just let me slip away? did I do something wrong? where? can this world just whisper to me where I went wrong instead of punishing me over and over again. I'm tired. I really am tired of this curse. It may seems simple, yet it takes my serenity away. There are a lot of people which live with similar case as me, but they can escape from it quickly, so why can't I get the same chance as them? Did I do something bad in the previous life? or maybe this universe hates me so fucking much? why they torture me this bad? why God gives me so much pain which I cannot handle mentally? don't I deserve what I ...

The Dust on My Mind #2

Image
I don't know why I feel like this night will be a long night for me. Lately, I am busy with my thesis since I need it to be done sooner or later. However, I have my own style to finish it; 5 minutes to do my thesis, and more than 20 minutes I use to play around with the internet. Nevertheless, in the last minute before I re-open my thesis, I went to my File Explorer because I looked for something I needed in the old folder. I opened the old file, the name of that folder is 2017. Yeah, it is all my picture when I was in 2017. There are many kind pictures of me during that year. I saw my face. My own fucking face. It was cringe, but I kinda like myself at that time than myself in this year. IDK I feel like I was good at that time. I can't say 2017 is the best year for me, but I can say in that year every splendid things happened. Sweet and sour moments happened, yet everything seemed fine to me. Long hair, (almost) clear skin, and so on. I miss those things. I wish I can reca...

cerita pendek #3

Terdiam ia, terpana akan mewahnya sinar bulan yang malam ini menyapa. Angin berhembus, menampar kulitnya, perlahan namun pasti, terkoyak kehangatan tubuhnya. Ia lemaskan jari-jari lentiknya, lalu ia remas daging berselimut kulit lengan. Bergetar tubuhnya, mengatup-ngatup mulut lebar dan bibir tebalnya. Ia tidak mendongak ke atas, takut-takut sesuatu berputar diatas matanya, sebab sudah biasa ia gunakan langit sebagai proyektor dari memori dalam kepalanya. Lantas ia meluruskan pandangannya, memusatkan pada satu titik, sayangnya tak jua ia dapatkan. Perasaannya kalut. Pilihan menjelma bagaikan ranting pohon yang sedang tumbuh menjadi beberapa cabang yang tak bisa ia kendalikan banyaknya. Ia menggeleng kepalanya kuat. Berharap dapat menggeserkan apa saja yang menjadi beban dalam dirinya. Penyesalan. Waktu yang terbuang percuma. Air mata yang sudah jatuh ke tanah kering. Air liur yang ia keluarkan ketika hendak mengecup. Semuanya. Bagaimanapun ia tak sanggup. Tak bisa ia h...

The Dust on My Mind #1

I cannot understand why this universe forces us to choose one thing when they   can give us all without difficulty. Lately, I’ve been hit by a story of my friends. I feel miserable for them. However, I can do nothing since I have no super power to control everything. To control something unseen, yet powerful. Feeling. Affection. Love. They are mad. Insane. No one can understand them, yet they are magical. Amazing. Powerful. Something that everyone need to survive. To feel alive. Nevertheless, everything has two sides. Whether you like it or not, this life cannot give you everything without a question mark; without sacrifice.  Maybe. I think that is how life teaches us. We cannot always get what we want. If we want it, we should take it with its consequences. You can run but you cannot hide, babe.  That’s it. this life always offers you many options. For I think the life has no rights to run your life and I think the life does not want to be bothered to choose ...

cerita pendek #2

“sudahlah,” tegasnya. “tulisan ya tulisan. Ia berbaris namun tidak bergerak. Mati. Kata itu mati.” Tambahnya lagi, bengis. Tidak tahu saja dia bagaimana kata-kata yang orang itu tulis mengepul dari hatinya. Bergejolak, lalu ia berdetak seirama denyutan nadi. Mengalir berbarengan darah segar dalam tubuh mungilnya hingga menguliti pikirannya. Terus dan menurus menekan saraf motoriknya, ia tarik pelatuknya sampai jari-jari membiru karena menahan ledakan-ledakan. Begitu saja kau membacanya? Dingin dan acuh seolah kata-kata yang orang itu rangkai adalah tai hitam yang muncrat ke kertas putih. Tidak tahu saja dia, rasa sayang yang tadinya hangat melebihi sinar matahari itu redup dan padam karena baru saja kau lecut tulisannya. Kau preteli jantungnya dengan sebilah belati tajam tak kenal ampun. Retak sudah hatinya sampai-sampai kepingan halusnya pun menembus kulit tebalmu. “selamat tinggal,” suaranya lantang tanpa ragu.

cerita pendek #1

Jam tangan bulat berdetak memecah keheningan malam. Jarum panjang menunjukkan pukul 9, wanita itu duduk dengan diam. Di seper-empat malam kala itu, dengan hanya cahaya seikhlasnya dari bulan purnama dan semburat oranye dari neon teras halte bus ia bernapas pelan. Ia menengadahkan kepalanya, melihat dan menangkup bulir-bulir air yang turun dari cakrwala di atas telapak tangannya. Hujan pertama di tahun baru. Hujan Januari itu menyeret beberapa memori beku dalam otaknya. Tersimpan rapih berdasarkan kadar kebahagiaan yang dirasakan. Tak pelak beberapa memori kesedihan masuk nominasi dalam jajaran sepuluh besar kenangan terbaik di dinding pikirannya. Ia meletakkan satu, dua, tiga kaset memori yang siap ia putar dalam teater tua kepala sempitnya. Tatapannya nanar dan kosong, namun mulutnya tak berhenti untuk mengembangkan senyuman, beberapa kali ia tertawa hingga bergumam. Suaranya lalu berenang bersama udara. Mungkin jika ada orang lain duduk di sampingnya, mereka akan menganggap...

lapar

aku selalu saja percaya bahwa kamu lapar lapar akan sesuatu yang tidak pernah bisa aku penuhi hampir saja aku menyerah akan kelaparan kamu namun sekarang, detik ini aku belajar bahwa memang begitulah sifat kita, manusia selalu kurang puas selalu lapar selalu meminta sesuatu lebih dan lebih entah mengapa mungkin memang Tuhan menanamkan sifat seperti demikian karena Ia ingin menguji seberapa bersyukurnya kita akan apa yang sudah Ia berikan aku suram, namun tidak juga menemukan jawaban pasti aku merasakan beberapa luapan emosi tetapi semuanya bias. Tidak ada alasan yang tepat untuk menjabarkan semua kesuramanku. aku seolah buta akan apapun dan yang aku tahu aku menginginkan kehadirannya kamu jari-jari lentik kamu sorot mata kamu senyum menggemaskan kamu kamu aku. ingin. kamu. sekarang. aku ingin menjadi egois tapi dewi batinku menyeretnya dengan paksa menamparku meneriaki aku ; bahwa dunia tidak hanya berputar dalam porosku beberapa hari ini aku menyadari...

Temanku (sudah) Menang dan Tenang

Senin pertama di bulan Desember cukup buruk. Hari ini benar-benar buruk, setidaknya untukku dan beberapa teman-temanku. Sore ini kami dikagetkan dengan berita kepergian teman kami yang tidak pernah kami harapkan. Seperti baru kemarin aku menulis tentang temanku yang sedang berjuang melawan monster jahat, sepertinya masih segar harapan serta doa-doa yang aku panjatkan untuk kesembuhannya, juga seperti baru kemarin aku melihat keyakinan akan kesembuhannya membara berapi-api di mata kedua orang tuanya. Takdir adalah takdir. Skenario sudah dibulatkan jauh sebelum kami dilahirkan. Kepergiannya jelas membawa lubang besar dan basah untuk kami--orang-orang yang pernah tersentuh akan kehadirannya—Namun kami tidak dapat berbuat banyak, bahkan tidak ada yang bisa kami lakukan kecuali membiarkannya pergi menuju kebahagiaan lain entah dimana, tapi jelas bukan di atas tanah tua ini.  Kami sebisa mungkin mengerti akan pilihannya yang memilih untuk mengakhiri penderitaannya. Mungkin dia se...

Temanku (Sedang) Berjuang

Image
                  Kehidupan akan terus berlanjut entah kamu lelah atau tidak, sakit atau sehat, dan lain-lain. Waktu akan terus bergulir dan bergulir. Kamu tidak akan bisa menahannya, tidak ada pula remote kontrol untuk memberhentikan, mengulang, mempercepat dan memperlambat apa saja yang akan terjadi dalam kehidupanmu.                          Hari ini, aku dapat mengunjungi teman sebayaku. Teman kuliahku, teman baikku. Ia menempati salah satu kasur di rumah sakit Dharmais ruang HCU. Keadaannya sangat tidak pernah aku sangka. Tangannya membesar, jari-jari tangannya membengkak, lebam dan berbecak biru. Sangat menyesakkan dada melihatnya terbaring seperti itu. Sekedar membuka mata pun ia harus berjuang. Bahkan bernapas, ia sudah sering lupa untuk mengambil udara. Rambut hitam tebalnya sudah dicukur dari pertama kali ia akan menjalani operasi. Ra...

Kawan Baru

1. Ada jam bulat menempel di pertengahan tembok menjadi saksi perbincangannya terhadap dinding, “Apakah kau bersedia menjadi kawanku?” tanyanya pelan. “Sebab kau mati, dan dingin. Tak punya rasa, juga tak memiliki tanggung jawab untuk membalas harapan-harapanku. Jikalau suatu hari nanti aku kecewa atas kamu, aku akan sesegera mungkin memelukmu, atau bahkan membenturkan kepalaku ke arahmu.” Lanjutnya disahuti suara detakan. 2. Dinding bergeming angin-angin kipas bertiupan “Percuma saja,” remehnya. “Tidak. Tidak ada yang percuma. Percayalah, kau lebih baik dari apapun yang ku punya sekarang.”

Sleep Paralyshit Takes Me Nowhere

Around 04.05 AM this morning, I forced myself to wake up since I had a very very bad dream and it was worse when I couldn’t move my body at all. They say it was sleep paralysis, so that was my third or fourth sleep paralysis in this week. It’s sound crazy, isn’t it? how can I have sleep paralysis very often?! Now it’s 05.03 AM. I’m still awake and decide to write, My eyes seem very heavy to open, I know I am too tired to stay awake yet I’m scared every time I shut my eyes. I’m scared of the thought I can’t wake my body up. Moreover, those horror dreams are haunting me all the time. I think about the thing I’d done before I went to sleep last night. I remember I went to sleep around at 02.00 AM after I did unnecessary thing.. I cannot tell y’all what I did, but I can make sure it was the bad habit of mine. Lately, I’ve done that thing a lot and I don’t even know why.. oh I remember last night I blamed someone for something I did. I know, I know it’s not right to blame ...

Rindu yang Berulang

1.             Rasa itu datang menjalar keseluruh penjuru             Seperti angin tenang menembus halus hingga ke paru             Menerjang-nerjang bagai amukan peluru             Terbesit kesenangan namun biasa membawa pilu             Ya, perkenalkanlah dia yang menyebut dirinya sendiri rindu 2.             Layang-layang itu terbang sembarang             Tanpa tahu arah, mereka pergi menghilang             Dia menatap lalu bergumam pada bayang             “Siapa yang a...

.365 days ago.

              Memang benar adanya sebuah perkataan yang menyatakan bahwa manusia tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi di setiap menit, bahkan dikecepatan saat kelopak mata berkedip sekalipun dalam hidupnya. Semua, segala sesuatu bisa saja berubah, entah menjadi lebih baik atau lebih buruk daripada apa yang sudah direncanakan sebelumnya.   Manusia adalah makhluk komplit dan sempurna diantara makhluk-makhluk yang Tuhan ciptakan. Memiliki akal dan perasaan adalah unsur yang membuat indahnya menjadi seorang manusia. Dengan akal, kita bisa menimbang untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan, sementara dengan perasaan, kita mendapatkan sesuatu tak kasat mata yang dengan ajaibnya membuat kita lebih hidup .  Bicara tentang apa saja yang bisa terjadi dalam hidup ini membuat aku menyadari satu hal ; bahwa setiap hari adalah sebuah awalan dari sesuatu yang baru. Terhitung mulai dari kita membuka mata di pagi hari, itu bisa menjadi sebuah...

The Drama

Image
                Akhirnyaaa, 1 semester sudah terlewati dengan sangat tidak terasa. Menjadi seorang mahasiswa tentu saja tidak semudah yang pernah aku bayangkan sebelumnya. Banyak beban dan tanggung jawab yang harus ditanggung, entah itu untuk orang sekitar atau untuk diri sendiri. Yeah, semester 4 akhirnya sudah berlalu dengan cerita-cerita unik yang ada di dalamnya.Tepat di awal semester, aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa tidak akan ada lagi air mata untuk sesuatu yang tidak jelas. Dan.. nyatanya semua itu hanya omong kosong belaka, sulit rasanya tidak menitihkan air mata disaat banyak sekali beban yang kadang tidak bisa aku kendalikan ; baik itu beban tugas kuliah, organisasi ataupun masalah pribadi. Sebenarnya, aku ingin menceritakan salah satu mata kuliah yang ada di semester 4 ini, yaitu Drama. Sesuai dengan namanya, mata kuliah Drama memiliki cerita nano-nano yang menjadi salah satu alasan m...

Bulan di Selasa Malam

Halo, bertemu lagi dengan hari Selasa. Entah mengapa semua terjadi tanpa sadar di hari Selasa. Aku pun tidak menyadarinya sebelum menulis ini semua. Malm ini, aku melihat bulan dengan bulat sempurna menggantung di langit yang gelap namun tidak terlalu pekat. Bulan dengan gagah muncul diantara para bintang yang tidak begitu banyak namun masih terlihat kilatannya. Dia, malam ini terlihat sangat sempurna dengan warna oranye yang sedikit ke merah-merahan. "Indah," kata kami serempak yang tadi duduk di sebuah bangku kayu panjang di warung makan kecil. "Ayo pergi mendekat!" seruku kepada mereka, pun mereka setuju dan kami segera pergi mendekat kepada bulan. Pergi ketempat pertama, aku merasa kurang senang karena bulan masih terlihat sangat jauh. Mendarat ke tempat selanjutnya, kami hanya berputar-putar karena tidak juga menemukan tempat yang sesuai. Setelahnya, kami menyadari bahwa semakin lama sang bulan semakin kabur dimakan oleh awan yang entah datang dari su...

Leaf

The sky looks more grey The star doesn ’ t come up and neither the cloud Empty like her mind Cold as her heart Moon is her favourite thing but tonight the moon cannot amuse her Her thought is extremely complicated Divided into two choices Between what she should do and what she wants to She finally choose, to be the leaf that falls from the tree Blowing freely, until she goes down at some unknown places She has no choices; However, she still has a slight hope to be understood.

Tired of Everything

Do you ever feel like you just want to lay down on bed, and look straight up without thinking about anything; moreover, without feeling anything? You just want to stare at one point; however, you don’t even know what it is. It’s like there’s nothing but emptiness inside your mind, and your heart. Also, you don't want to make any moves 'cause your body is too tired to do something. All you want is laying down and hope that the time stops for a while. You just want to take a long rest without closing your eyes, and losing your time.